Press "Enter" to skip to content

7 Tips Menjadi Marketing Executive Yang Sukses

0
14 / 100 SEO Score

Bagi anda yang ingin memulai bisnis anda sendiri, anda harus memiliki salah satu kemampuan dasar yaitu marketing. Bagi anda yang sudah pernah bekerja sebagai sales atau marketing, anda jangan sia-siakan kemampuan yang anda pelajari. Karena marketing adalah bagian yang sangat penting dalam keberlangsungan sebuah bisnis. Produk yang dijual atau dipasarkan oleh suatu perusahaan tidak akan laku tanpa adanya marketing. Marketing lah yang bertugas untuk memasarkan produk, mencari pelanggan, memberi kepuasan pelanggan, hingga membangun image perusahaan. Sehingga income atau pendapatan dari sebuah perusahaan ditentukan oleh kualitas dari marketing.

Untuk itu, dalam memulai sebuah bisnis anda harus memiliki kemampuan marketing agar produk yang anda jual dapat dipasarkan dengan baik dan dapat meningkatkan pendapatan bagi bisnis anda. Lalu bagimana caranya menjadi marketing yang baik?

Berikut adalah tips menjadi Marketing Executive yang sukses :

1. Memperluas Pengetahuan Tentang Produk

Sebelum melakukan penjualan produk, anda terlebih dahulu harus mengetahui produk apa yang anda jual. Karena bagaimana anda bisa menjual sebuah produk jika anda sendiri sebagai penjual tidak mengetahui kelebihan dan manfaat apa yang didapat oleh konsumen dari produk anda. Ada beberapa hal yang perlu anda ketahui, yang pertama adalah apa kelebihan produk anda dengan produk merk lain yang sejenis. Sebisa mungkin anda selalu tonjolkan kelebihan tersebut kepada konsumen. Yang kedua, pahami target pasar yang anda tuju. Target pasar ditentukan oleh produk yang anda jual, contohnya jika anda menjual produk susu anak maka carilah konsumen yang memiliki anak. Yang ketiga, ketahuilah kelemahan produk anda. Setiap produk pasti ada kelemahannya dibanding dengan produk lain. Maka sebisa mungkin anda tutupi kekurangan produk yang anda jual dengan kelebihan yang produk anda miliki. Sehingga kekurangan bukanlah suatu hal yang menghambat anda menjual produk anda.

Perbanyaklah pengetahuan tentang produk (product knowladge) dengan cara membaca spesifikasi, mengikuti training produk, browsing tentang produk, bertanya, dan masih banyak lagi cara anda untuk mencari informasi yang lebih tentang produk yang anda jual. Semakin banyak informasi produk yang anda ketahui, maka semakin anda dapat menjual produk tersebut dengan baik.

2. Peka terhadap peluang

Anda harus sensitif terhadap peluang yang ada. Karena marketing wajib dapat memanfaatkan segala peluang yang ada. Jika tidak, maka anda akan kalah oleh pesaing anda. Dalam konteks ini, anda jangan membeda-bedakan konsumen dari penampilannya. Biasanya orang yang punya uang banyak cenderung terlihat biasa saja dengan pakaian yang seadanya. Sebaliknya orang yang tidak kaya banyak yang hanya ingin terlihat kaya, mereka memakai pakaian yang terlihat mewah dan kadang berlebihan. Jangan melihat dari penampilannya, lihatlah dari gestur tubuhnya. Bahasa tubuh itu menjelaskan apa yang ada dipikiran seseorang lebih dari apa yang dia katakan. Jika gestur tubuhnya kira-kira tertarik atau ingin tahu tentang apa yang kita jual, itulah peluang yang harus anda manfaatkan.

3. First Impression

Kesan pertama sangat penting dalam kegiatan penjualan. Bahkan 30 detik pertama itu menentukan bagaimana respon konsumen terhadap kita. Tariklah perhatian mereka sehingga mereka mau mendengarkan apa yang kita katakan. Kita harus tersenyum, menyapa dengan kata-kata yang sopan, antusias dalam menyambut, dan memperhatikan bahasa tubuh. Dengan demikian konsumen tertarik dan mau mendengarkan apa yang kita katakan. Sebaliknya jika kita tidak senyum, menyapa sekedarnya, dan memperlihatkan gestur tubuh yang lesu dan malas, maka konsumen tidak akan tertarik dengan apa yang kita katakan walaupun produk yang kita jual adalah produk yang bagus.

4. Menggali dan Menciptakan Kebutuhan

Gali kebutuhan konsumen dengan mengajukan pertanyaan. Jadilah pendengar yang baik sehinga konsumen mau menceritakan apa yang dia butuhkan. Kemudian rangkum apa yang menjadi kebutuhan konsumen tersebut. Jika kita tidak bertanya, maka kita tidak akan tahu sebenarnya konsumen itu membutuhkan produk seperti apa, untuk apa, untuk siapa, dan seterusnya. Semakin banyak informasi yang anda dapatkan dari konsumen, semakin anda dapat merekomendasikan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Jika menurut anda konsumen tidak butuh akan produk yang anda jual, maka ciptakan kebutuhan akan produk anda. Jelaskan kepada konsumen dengan kata-kata yang anda rangkai dengan baik bahwa mungkin konsumen tersebut tidak butuh sekarang tetapi suatu saat akan butuh dengan produk anda. Yakinkan konsumen bahwa dia akan menyesal jika melewatkan kesempatan membeli produk yang anda jual.

5. Merekomendasikan Produk Yang Sesuai

Ketika sudah merangkum apa yang menjadi kebutuhan konsumen, arahkan konsumen tersebut ke produk yang sesuai dengan apa yang dia butuhkan. Jangan sampai kita salah merekomendasikan produk, jika tidak sesuai dengan apa yang konsumen butuhkan bisa jadi dia akan pergi mencari merk lain.

Setelah arahkan, kemudian presentasikan produk yang anda rekomendasi. Jelaskan tentang kelebihan produk anda sesuai dengan kebutuhan konsumen. Fokuslah dengan kelebihan, jangan bahas tentang hal yang menjadi kekurangan produk anda.

6. Handling Objection

Objection atau penolakan adalah hal yang lumrah yang dihadapi oleh seorang marketing. Tidak semua konsumen membeli produk anda setelah anda jelaskan kelebihannya. Pasti ada hal-hal tertentu yang membuat konsumen ragu membeli produk anda. Jika konsumen menyampaikan keraguannya dengan produk anda, jangan minder. Itu tandanya konsumen itu sebenarnya tertarik dengan produk anda hanya saja dia ingin lebih diyakinkan bahwa produk yang anda jual tidak akan membuat dia menyesal. Yakinlah anda bisa menutupi keraguan dari konsumen tersebut.

7. Membangun Relationship

Seorang marketer tidak hanya menjual produknya, tetapi juga menjual kepuasan kepada semua konsumen yang membeli. Berikanlah pengalaman yang memuaskan kepada konsumen agar konsumen loyal kepada kita. Jika konsumen sudah loyal, maka ketika mereka membutuhkan produk mereka cenderung akan mencari anda. Bahkan banyak juga yang merekomendasikan produk anda kepada relasinya. Hal ini sangat menguntungkan anda.

Bangunlah hubungan jangka panjang dengan konsumen. Yakinlah setelah dia membeli produk anda, bisa jadi dia akan kembali lagi dan membeli produk anda lagi. Informasikan kepada konsumen tentang promo-promo yang sedang berlangsung dan terupdate.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *