BisnisUang.Com https://bisnisuang.com All About Money & Business Sat, 04 Jan 2020 10:44:04 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.3.2 https://bisnisuang.com/wp-content/uploads/2019/12/iconfinder_diigo__social__media__social_media___3244043.png BisnisUang.Com https://bisnisuang.com 32 32 Menggali Kebutuhan Atau Menciptakan Kebutuhan? https://bisnisuang.com/menggali-kebutuhan-atau-menciptakan-kebutuhan/ https://bisnisuang.com/menggali-kebutuhan-atau-menciptakan-kebutuhan/#respond Sat, 04 Jan 2020 10:44:02 +0000 https://bisnisuang.com/?p=82 Pada dasarnya, setiap penjual pasti akan menjual barangnya sesuai dengan permintaan konsumen baik itu dari segi jenis barang ataupun banyaknya pemesanan. Akan tetapi saat ini sangat sulit jika hanya bergantung dari apa yang menjadi permintaan konsumen. Alasan yang pertama adalah banyaknya persaingan. Yang menjual barang atau produk yang serupa dengan kita bisa jadi ada ratusan atau bahkan jutaan orang yang menjualnya. Alasan yang kedua, banyaknya produk lain yang dapat menggantikan produk kita tetapi bukan produk yang sejenis (Produk Alternatif), misalnya saya menjual es teh manis, disisi lain ada orang yang menjual es jeruk. Orang tersebut tidak menjual produk yang serupa dengan kita tetapi memiliki fungsi yang sama yaitu menghilangkan haus. Alasan yang ketiga, konsumen bisa jadi tidak butuh dengan produk kita sekarang, tetapi mungkin dia akan butuh di waktu yang tidak terduga. Akibatnya sering terjadi penolakan terhadap penawaran kita.

Lalu apa bedanya antara menggali kebutuhan dan menciptakan kebutuhan? Manakah yang lebih baik digunakan dalam marketing? Apakah berpengaruh dalam bisnis kita?

Berikut adalah perbedaan antara Menggali Kebutuhan dan Menciptakan Kebutuhan menurut BisnisUang.Com :

1. Dari segi pengertian

Pengertian Menggali Kebutuhan Dan Menciptakan Kebutuhan

Menggali kebutuhan artinya kita mencari tahu apa yang menjadi kebutuhan dari konsumen. Tentang apa yang menjadi alasan konsumen mencari suatu produk. Setiap marketing sangat wajib melakukan hal ini, dan ini sudah menjadi suatu rutinitas yang dijalani oleh setiap marketing. Marketing tidak akan bisa menawarkan produknya jika tidak menanyakan terlebih dahulu kebutuhan dari konsumen. Yang dilakukan marketing adalah dengan menanyakan hal-hal yang sifatnya meruncing atau mendetail agar konsumen dapat menceritakan apa yang menjadi latar belakang dari kebutuhan konsumen tersebut terhadap suatu produk.

Sedangkan menciptakan kebutuhan artinya kita tidak hanya menjual produk sesuai dengan apa yang dibutuhkan konsumen, tetapi kita akan menjual produk yang ingin kita jual. Disini konsumen tidak berperan aktiv dalam menentukan produk yang akan dibelinya, tetapi marketing yang bertugas untuk mempengaruhi konsumen bagaimana caranya agar dia berpikir dan yakin bahwa dia butuh barang yang kita tawarkan. Mungkin dia tidak butuh sekarang tetapi bisa jadi dia akan butuh suatu saat nanti atau di waktu yang tidak terduga.

2. Dari segi skill yang dibutuhkan

Menggali Kebutuhan Dan Menciptakan Kebutuhan

Menggali kebutuhan lebih mudah dilakukan karena hanya menggunakan 2 skill dasar marketing yaitu komunikasi yang baik dan menjadi pendengar yang baik. Marketing hanya bertanya-tanya dan memulai obrolan konsumen. Kemudian merangkum dan menyimpulkan apa yang menjadi kebutuhan konsumen. Setelah itu, marketing mengarahkan konsumen dengan produk yang sesuai dengan kebutuhannya.

Sedangkan menciptakan kebutuhan lebih sulit dilakukan karena bukan hanya menggunakan skill komunikasi yang baik dan menjadi pendengar yang baik tetapi juga harus memiliki skill persuasif dan merangkai kata dengan baik sehingga dapat mempengaruhi konsumen. Setelah mengetahui kebutuhan konsumen dan ternyata konsumen tidak butuh dengan produk yang kita jual, disinilah marketing bertugas untuk menciptakan kebutuhan. Jelaskan dengan teknik story telling atau dengan cerita. Intinya jelaskan kepada konsumen mungkin dia tidak membutuhkan produk anda sekarang tetapi suatu saat mungkin dia akan butuh.

3. Dari segi penentuan pembelian

Menggali Kebutuhan Dan Menciptakan Kebutuhan

Dalam teknik menggali kebutuhan, konsumenlah yang menjadi penentu jadi atau tidaknya proses pembelian. Karena konsumen sudah menentukan apa yang dia butuhkan dan kita hanya menanyakan produk apa yang dia butuhkan. Jika sesuai maka akan dibeli, jika tidak sesuai maka dia akan cari produk lain.

Sedangkan dalam teknik menciptakan kebutuhan, marketinglah yang menentukan jadi atau tidaknya proses pembelian tergantung bagaimana cara marketing mempengaruhi konsumen. Konsumen bisa saja jadi membeli produk kita padahal awalnya dia tidak merasa butuh akan produk kita, maka yakinlah bahwa seorang marketing mampu meyakinkan konsumen akan produk yang dijualnya.

Contoh Kasus Pembelian Dari Teknik Menggali Dan Menciptakan Kebutuhan

Contoh kasus seorang marketing dari suatu perusahaan perbankan yang menjual produk asuransinya kepada nasabah (Katakanlah namanya Bapak Anton) yang sering bertransaksi di bank tersebut yang awalnya merasa tidak butuh akan produk asuransi.

Marketing : Selamat pagi Pak Anton! Apa kabarnya?

Pak Anton : Selamat pagi. Kabar baik

Marketing : Oiya pak Anton. Kalau boleh tahu, Bapak memakai asuransi apa untuk kesehatan?

Pak Anton : Yah saya tidak suka dan tidak berpikir untuk pakai asuransi mas, soalnya menurut saya asuransi cuma buang-buang uang aja. Padahal kita belum tentu sakit tapi kita tetap harus membayar. Sejauh ini saya hanya pakai BPJS aja mas karena wajib dari kantor.

Marketing : Oh begitu ya pak. Padahal asuransi itu sebenarnya penting lho Pak Anton. Memang kita belum tentu sakit, tetapi saat sakit apakah kita rela mengorbankan harta yang kita miliki untuk pengobatan, disisi lain kita harus memikirkan kebutuhan dari anak istri dan keluarga. Syukur kalau kita sedang dalam kondisi banyak uang, tapi amat disayangkan pak apabila kebutuhan keluarga kita sedang banyak kemudian kita jatuh sakit karena lelah mencari nafkah. Jadi, alangkah baiknya pak kalau kita sedia payung sebelum hujan.

Pak Anton : Iya juga sih. Nanti saja deh mas dilain waktu.

Marketing : Jangan ditunda pak, kalau bisa sekarang kenapa harus nanti. Saya hanya ingin mempermudah bapak untuk administrasi rumah sakit jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Karena penyakit tidak bisa diprediksi pak. Tapi saya berharap bapak dan keluarga selalu dalam kondisi sehat ya pak.

Pak Anton : Kan saya sudah ada BPJS.

Marketing : Betul pak, tapi BPJS sangat terbatas dalam pelayanannya pak, tidak semua rumah sakit dapat menerimanya. Terlebih lagi pengguna BPJS sangat banyak, pasti pasien selalu antri untuk pelayanan rumah sakit. Tapi kalau bapak pakai asuransi kami, bukan hanya tidak banyak mengantri saat di rumah sakit, tetapi bapak juga bisa akses dirumah sakit mana saja lho pak. Bahkan kita sudah bekerja sama dengan beberapa rumah sakit di luar negeri. Dan bapak sudah pasti mendapatkan layanan VIP jika dibutuhkan perawatan khusus di rumah sakit.

Pak Anton : … (Berpikir kembali)

Marketing : Bapak tidak usah khawatir, prosesnya mudah ko pak. Semua administrasi dapat kita selesaikan hari ini. Jika bapak berkenan mari saya antar ke customer servis untuk melakukan pendaftaran Pak. Nanti untuk claim asuransinya bapak akan menerima kartu untuk akses ke rumah sakit ya Pak.

Pak Anton : Baiklah kalau begitu.

Begitulah perbedaan antara mencari kebutuhan dan menciptakan kebutuhan. Kemungkinan terjadinya pembelian akan lebih besar jika seorang marketing mampu menciptakan kebutuhan dari konsumen. Karena dalam menciptakan kebutuhan, marketing lah yang berperan aktif dalam menentukan terjadinya pembelian. Semoga artikel ini bermanfaat bagi semua yang membacanya. Apabila ada komentar atau sanggahan dapat ditulis dikolom komen dibawah ini. Terima kasih.

]]>
https://bisnisuang.com/menggali-kebutuhan-atau-menciptakan-kebutuhan/feed/ 0
7 Tips Menjadi Marketing Executive Yang Sukses https://bisnisuang.com/7-tips-menjadi-marketing-executive-yang-sukses/ https://bisnisuang.com/7-tips-menjadi-marketing-executive-yang-sukses/#respond Sat, 28 Dec 2019 12:19:13 +0000 https://bisnisuang.com/?p=69 Bagi anda yang ingin memulai bisnis anda sendiri, anda harus memiliki salah satu kemampuan dasar yaitu marketing. Bagi anda yang sudah pernah bekerja sebagai sales atau marketing, anda jangan sia-siakan kemampuan yang anda pelajari. Karena marketing adalah bagian yang sangat penting dalam keberlangsungan sebuah bisnis. Produk yang dijual atau dipasarkan oleh suatu perusahaan tidak akan laku tanpa adanya marketing. Marketing lah yang bertugas untuk memasarkan produk, mencari pelanggan, memberi kepuasan pelanggan, hingga membangun image perusahaan. Sehingga income atau pendapatan dari sebuah perusahaan ditentukan oleh kualitas dari marketing.

Untuk itu, dalam memulai sebuah bisnis anda harus memiliki kemampuan marketing agar produk yang anda jual dapat dipasarkan dengan baik dan dapat meningkatkan pendapatan bagi bisnis anda. Lalu bagimana caranya menjadi marketing yang baik?

Berikut adalah tips menjadi Marketing Executive yang sukses :

1. Memperluas Pengetahuan Tentang Produk

Sebelum melakukan penjualan produk, anda terlebih dahulu harus mengetahui produk apa yang anda jual. Karena bagaimana anda bisa menjual sebuah produk jika anda sendiri sebagai penjual tidak mengetahui kelebihan dan manfaat apa yang didapat oleh konsumen dari produk anda. Ada beberapa hal yang perlu anda ketahui, yang pertama adalah apa kelebihan produk anda dengan produk merk lain yang sejenis. Sebisa mungkin anda selalu tonjolkan kelebihan tersebut kepada konsumen. Yang kedua, pahami target pasar yang anda tuju. Target pasar ditentukan oleh produk yang anda jual, contohnya jika anda menjual produk susu anak maka carilah konsumen yang memiliki anak. Yang ketiga, ketahuilah kelemahan produk anda. Setiap produk pasti ada kelemahannya dibanding dengan produk lain. Maka sebisa mungkin anda tutupi kekurangan produk yang anda jual dengan kelebihan yang produk anda miliki. Sehingga kekurangan bukanlah suatu hal yang menghambat anda menjual produk anda.

Perbanyaklah pengetahuan tentang produk (product knowladge) dengan cara membaca spesifikasi, mengikuti training produk, browsing tentang produk, bertanya, dan masih banyak lagi cara anda untuk mencari informasi yang lebih tentang produk yang anda jual. Semakin banyak informasi produk yang anda ketahui, maka semakin anda dapat menjual produk tersebut dengan baik.

2. Peka terhadap peluang

Anda harus sensitif terhadap peluang yang ada. Karena marketing wajib dapat memanfaatkan segala peluang yang ada. Jika tidak, maka anda akan kalah oleh pesaing anda. Dalam konteks ini, anda jangan membeda-bedakan konsumen dari penampilannya. Biasanya orang yang punya uang banyak cenderung terlihat biasa saja dengan pakaian yang seadanya. Sebaliknya orang yang tidak kaya banyak yang hanya ingin terlihat kaya, mereka memakai pakaian yang terlihat mewah dan kadang berlebihan. Jangan melihat dari penampilannya, lihatlah dari gestur tubuhnya. Bahasa tubuh itu menjelaskan apa yang ada dipikiran seseorang lebih dari apa yang dia katakan. Jika gestur tubuhnya kira-kira tertarik atau ingin tahu tentang apa yang kita jual, itulah peluang yang harus anda manfaatkan.

3. First Impression

Kesan pertama sangat penting dalam kegiatan penjualan. Bahkan 30 detik pertama itu menentukan bagaimana respon konsumen terhadap kita. Tariklah perhatian mereka sehingga mereka mau mendengarkan apa yang kita katakan. Kita harus tersenyum, menyapa dengan kata-kata yang sopan, antusias dalam menyambut, dan memperhatikan bahasa tubuh. Dengan demikian konsumen tertarik dan mau mendengarkan apa yang kita katakan. Sebaliknya jika kita tidak senyum, menyapa sekedarnya, dan memperlihatkan gestur tubuh yang lesu dan malas, maka konsumen tidak akan tertarik dengan apa yang kita katakan walaupun produk yang kita jual adalah produk yang bagus.

4. Menggali dan Menciptakan Kebutuhan

Gali kebutuhan konsumen dengan mengajukan pertanyaan. Jadilah pendengar yang baik sehinga konsumen mau menceritakan apa yang dia butuhkan. Kemudian rangkum apa yang menjadi kebutuhan konsumen tersebut. Jika kita tidak bertanya, maka kita tidak akan tahu sebenarnya konsumen itu membutuhkan produk seperti apa, untuk apa, untuk siapa, dan seterusnya. Semakin banyak informasi yang anda dapatkan dari konsumen, semakin anda dapat merekomendasikan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Jika menurut anda konsumen tidak butuh akan produk yang anda jual, maka ciptakan kebutuhan akan produk anda. Jelaskan kepada konsumen dengan kata-kata yang anda rangkai dengan baik bahwa mungkin konsumen tersebut tidak butuh sekarang tetapi suatu saat akan butuh dengan produk anda. Yakinkan konsumen bahwa dia akan menyesal jika melewatkan kesempatan membeli produk yang anda jual.

5. Merekomendasikan Produk Yang Sesuai

Ketika sudah merangkum apa yang menjadi kebutuhan konsumen, arahkan konsumen tersebut ke produk yang sesuai dengan apa yang dia butuhkan. Jangan sampai kita salah merekomendasikan produk, jika tidak sesuai dengan apa yang konsumen butuhkan bisa jadi dia akan pergi mencari merk lain.

Setelah arahkan, kemudian presentasikan produk yang anda rekomendasi. Jelaskan tentang kelebihan produk anda sesuai dengan kebutuhan konsumen. Fokuslah dengan kelebihan, jangan bahas tentang hal yang menjadi kekurangan produk anda.

6. Handling Objection

Objection atau penolakan adalah hal yang lumrah yang dihadapi oleh seorang marketing. Tidak semua konsumen membeli produk anda setelah anda jelaskan kelebihannya. Pasti ada hal-hal tertentu yang membuat konsumen ragu membeli produk anda. Jika konsumen menyampaikan keraguannya dengan produk anda, jangan minder. Itu tandanya konsumen itu sebenarnya tertarik dengan produk anda hanya saja dia ingin lebih diyakinkan bahwa produk yang anda jual tidak akan membuat dia menyesal. Yakinlah anda bisa menutupi keraguan dari konsumen tersebut.

7. Membangun Relationship

Seorang marketer tidak hanya menjual produknya, tetapi juga menjual kepuasan kepada semua konsumen yang membeli. Berikanlah pengalaman yang memuaskan kepada konsumen agar konsumen loyal kepada kita. Jika konsumen sudah loyal, maka ketika mereka membutuhkan produk mereka cenderung akan mencari anda. Bahkan banyak juga yang merekomendasikan produk anda kepada relasinya. Hal ini sangat menguntungkan anda.

Bangunlah hubungan jangka panjang dengan konsumen. Yakinlah setelah dia membeli produk anda, bisa jadi dia akan kembali lagi dan membeli produk anda lagi. Informasikan kepada konsumen tentang promo-promo yang sedang berlangsung dan terupdate.

]]>
https://bisnisuang.com/7-tips-menjadi-marketing-executive-yang-sukses/feed/ 0
Cara Membedakan Uang Asli dan Uang Palsu Yang Mudah Dan Akurat https://bisnisuang.com/cara-membedakan-uang-asli-dan-uang-palsu-yang-mudah-dan-akurat/ https://bisnisuang.com/cara-membedakan-uang-asli-dan-uang-palsu-yang-mudah-dan-akurat/#respond Wed, 25 Dec 2019 15:12:50 +0000 https://bisnisuang.com/?p=52 Sebagai salah satu alat transaksi dan pembayaran yang digunakan secara resmi di masyarakat, uang tunai sangat rawan akan pemalsuan. Hal ini dibuktikan banyaknya kasus pemalsuan yang beredar dan sangat meresahkan masyarakat. Pasalnya tidak semua orang dapat membedakan mana uang asli dan uang palsu karena sekilas terlihat sangat mirip. Bahkan seiring berkembangnya waktu, uang palsu yang diproduksi dan disebarkan saat ini hampir menyerupai uang yang asli. Semakin besar kebutuhan akan uang tunai di masyarakat, maka akan semakin banyak uang tunai yang beredar. Dengan demikian akan menjadi peluang besar bagi pelaku-pelaku pemalsuan uang. Tanpa kita sadari, mungkin saja uang palsu tersebut berada di sekitar kita.

Untuk itu pentingnya kita meningkatkan kewaspadaan terhadap uang palsu. Lalu bagaimana cara membedakan uang asli dan uang palsu? Tetapi sebelum itu, kita perlu tahu terlebih dahulu UU yang mengatur tentang uang rupiah.

UU Tentang Uang Rupiah

Pasal 20 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2009 memberikan mandat bagi Bank Indonesia untuk mengeluarkan dan mengedarkan Uang Rupiah serta mencabut, menarik & memusnahkan uang dimaksud dari peredaran. Untuk menjaga uang rupiah yang beredar tetap berada dalam kualitas yang baik, Bank Indonesia menerapkan kebijakan utk mengganti uang tidak layak edar dengan uang yg layak edar.

Berikut adalah cara-cara untuk membedakan antara uang asli dan uang palsu yang dirangkum oleh BisnisUang.Com :

1. Tampilan Uang

Tampilan uang merupakan hal yang pertama yang dapat diperhatikan untuk mengetahui kaslian uang. Dalam tampilan uang rupiah, terdapat perbedaan warna antara uang asli dan yang palsu. Warna pada uang palsu terlihat lebih pudar dibanding dengan yang asli. Tinta yang digunakan juga pasti berbeda, pada saat terkena air, uang asli tidak akan luntur. Berbeda dengan uang yang palsu pasti akan luntur jika terkena air.

Selain itu, dari segi tampilan dapat juga dilihat dari benang pengaman yang ada di bagian tengah uang dan hologram BI pada pojok uang. Benang pengaman dan hologram BI yang ada pada uang asli dapat berubah warna karena dibuat dari tinta pigmen yang khusus. Perubahan warna bisa dilihat ketika kita memperhatikan dari sudut yang berbeda. Sedangkan uang yang palsu tidak akan berubah warna baik benang pengaman maupun hologram BI. Tetapi saat ini ada uang palsu yang beredar memiliki hologram BI yang sekilas terlihat seperti berubah warna, hal ini karena pada bagian tersebut ditambahkan komposisi yang berbahan seperti gliter yang menyebabkan hologram terlihat lebih nyata.

2. Tekstur Uang

Uang yang asli memiliki bahan dasar dari serat kapas. Sehingga tidak mudah sobek, lebih awet, dan saat disentuh juga terasa lebih kasar permukaannya tidak seperti kertas biasa. Jadi uang yang asli tidak mudah sobek, cara mengujinya lipat uang menjadi 2 bagian kemudian sobeklah bagian tengah yang terlipat tetapi jangan terlalu kuat. Hasilnya uang yang asli tidak akan sobek sedangkan uang yang palsu akan mudah sobek. Kemudian uang yang asli lebih kasar permukaannya saat disentuh, sedangkan uang yang palsu lebih halus dan licin serta lebih tipis seperti menyentuh kertas HVS yang diberi tinta.

3. Gambar dan Tulisan

Pada saat uang diterawang, pada uang yang asli terlihat tanda air (water mark) gambar pahlawan yang saling mengisi serta utuh antara bagian depan dan belakang yang biasa disebut dengan rectroverso. Sedangkan uang yang palsu memiliki water mark yang berlawanan antara bagian depan dan belakang. Kalaupun tidak berlawanan, water mark yang dimiliki uang palsu tidak sebagus dan senyata pada uang yang asli.

Dari tulisannya, hal yang tidak dimiliki uang palsu adalah pada sudut pandang tertentu akan terlihat logo BI yang tersembunyi. Hal ini hanya ada di uang asli karena tidak banyak orang yang memperhatikannya. Tulisan ini juga akan terasa timbul jika diraba.

4. Dilihat dengan Lampu UV / Ultra Violet

Inilah teknik yang paling akurat saat memeriksa keaslian uang. Teknik ini biasa digunakan pada Bank dan perusahaan-perusahaan dibidang jual-beli atau yang biasa menerima uang tunai dalam jumlah yang besar. Alat yang dibutuhkan adalah lampu UV / Ultra Violet yaitu lampu yang berwarna ungu. Ketika uang diletakan di bawah sinar UV maka uang yang asli akan menyala dan terlihat gambar yang tersembunyi. Gambar yang terlihat berbeda-beda tergantung pecahaan uang. Sedangkan uang yang palsu tidak akan menyala.

Kemudian nomor seri yang ada pada kedua bagian uang juga akan menyala dan berubah warna ketika disinari lampu UV, contohnya nomor seri yang berwarna hitam saat disinari UV akan berubah menjadi hijau, sedangkan yang berwarna merah akan berubah menjadi orange. Namun, pengedar uang palsu terkadang mengakali dengan menebalkan nomor seri dengan spidol sehingga saat disinari lampu UV akan menyala. Jadi kita harus lebih jeli lagi saat mengecek nomor seri. Berbeda dengan gambar yang muncul saat disinari UV, gambar ini tidak mudah ditiru di uang palsu.

Jika anda penasaran dan ingin tahu bagaimana tampilan uang asli saat di UV anda bisa membeli lampu UV / Ultra Violet portable yang mudah dibawa kemana-mana. Jadi anda akan lebih aman dari uang palsu.

Demikian cara membedakan uang asli dan palsu yang dirangkum oleh BisnisUang.Com. Sebenarnya masih banyak hal yang membedakan uang asli dengan yang palsu, tetapi sangat sulit bagi orang awam untuk melihatnya. Cara yang lebih mudah, praktis, dan sudah pasti akurat adalah cara yang dipaparkan di atas. Bagi anda yang memiliki cara tersendiri untuk mengecek keaslian uang bisa sharing dengan menulis komentar dibawah sehingga kita bisa mendapat lebih banyak informasi lagi tentang keaslian uang.

]]>
https://bisnisuang.com/cara-membedakan-uang-asli-dan-uang-palsu-yang-mudah-dan-akurat/feed/ 0
20 Tips Jitu Memulai Bisnis Baru Bagi Pemula https://bisnisuang.com/20-tips-jitu-memulai-bisnis-baru-bagi-pemula/ https://bisnisuang.com/20-tips-jitu-memulai-bisnis-baru-bagi-pemula/#comments Mon, 23 Dec 2019 14:23:51 +0000 https://bisnisuang.com/?p=30 Setiap orang memiliki keinginan untuk menjadi sukses . Banyak dari mereka yang meraih kesuksesan tersebut dengan memulai bisnis. Tetapi memulai bisnis bukanlah perkara yang mudah. Banyak sekali rintangan dan tantangan yang menghadang ketika kita memulai bisnis. Sehingga banyak sekali orang yang memutuskan untuk tetap menjadi pekerja atau karyawan yang memiliki penghasilan tetap. Itu adalah zona nyaman yang membuat anda berhenti berkembang. Untuk itu, mulailah membangun bisnis anda sendiri, dimana andalah yang menjabat sebagai bosnya.

Berikut Adalah Tips Jitu Untuk Memulai Bisnis Baru Menurut Ahli Yang Dirangkum Oleh BisnisUang.Com :

1. Ubah Mind Set

Kebanyakan dari kita, berpikir bahwa lebih enak bekerja sebagai karyawan karena memiliki penghasilan tetap. Pernyataan itu sangat benar. Tetapi kita tidak tahu kapan perusahaan berhenti membutuhkan kita. Perusahaan memfasilitasi kita dengan tunjangan, kesehatan, aset, dan lain-lain. Tapi ketika kita sudah tidak berada di perusahaan tersebut, masihkah perusahaan peduli dengan kita?

Untuk itu, bagi karyawan yang sedang bekerja pada suatu perusahaan, mulailah untuk membangun bisnis anda sendiri. Sisihkanlah pendapatan yang anda terima untuk modal memulai bisnis. Jangan biarkan perusahaan menentukan nasib anda ke depan. Kesuksesan ada di tangan anda masing-masing.

2. Mulailah Dari Hal Yang Disukai

Jika anda bingung ingin memulai bisnis dari mana. Maka jawabannya adalah mulailah bisnis dari hal yang anda sukai. Karena jika kita menyukai suatu hal dan kita jadikan untuk bisnis maka kita tidak akan bosan akan hal tersebut. Contohnya anda hobi memasak maka bukalah usaha kuliner, anda hobi di bidang fashion maka bukalah usaha butik, anda hobi otomotif maka bukalah usaha bengkel.

Dengan mengarahkan hobi anda ke arah bisnis, maka anda akan menciptakan hal yang menyenangkan sekaligus menghasilkan.

3. Kuasai Hal Yang Anda Sukai

Jika sudah ditentukan hal yang anda sukai dan mengarahkan ke bisnis, lalu kuasai bidang tersebut. Carilah lebih banyak referensi yang menyangkut dengan bidang yang anda tekuni. Teruslah belajar tentang bidang tersebut hingga anda mampu menguasainya.

4. Melihat Tren Bisnis Yang Sedang Berkembang

Lihat dan ikutilah tren bisnis yang sedang berkembang pada saat ini. Dengan kata lain anda harus up to date dengan tren bisnis. Sekarang ini yang sedang menjadi tren adalah bisnis online, karena peluang pasarnya sangat luas dan tidak terbatas. Jika anda menolak untuk mengikuti tren bisnis yang sedang berkembang, maka anda akan kesulitan untuk menjalankan bisnis anda.

5. Berpikir Kreatif

Berpikirlah hal yang jarang dipikirkan oleh orang lain atau think out of the box. Buatlah hal yang membedakan anda dari orang lain, kemudian tonjolkanlah hal tersebut. Itu yang akan menjadi ciri khas anda yang bisa diingat oleh pelanggan atau masyarakat. Contohnya bisnis tahu bulat, itu adalah hal yang sangat kreatif. Mereka menjual tahu tidak seperti pedagang tahu lainnya. Mereka memakai mobil box terbuka untuk menjual tahu dan digoreng pada saat orang memesan sehingga tahu yang dipesan sudah pasti hangat. Ini yang membedakan pebisnis tahu bulat dengan pebisnis tahu yang lainnya.

6. Cari Peluang Pasar

Carilah peluang pasar dengan cara melakukan observasi terhadap permintaan pasar. Hal apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, dan segmen mana yang mau kita tuju. Segmen pasar bisa ditentukan dari produk yang kita jual itu mengarah ke konsumen yang seperti apa. Contohnya menjual produk susu bayi pasti segmen yang dituju adalah ibu-ibu yang memiliki anak. Nah, dengan demikian kita mengetahui peluang yang ada di suatu tempat pemasaran. Berapa yang menjual susu bayi pada tempat tersebut, jika sedikit atau tidak ada sama sekali maka itu berpeluang besar bagi kita untuk membuka bisnis susu bayi di tempat tersebut.

7. Fokus Pada Satu Bisnis Terlebih Dahulu

Jika sedang menjalani suatu bisnis, fokuslah pada bisnis tersebut sampai bisnis tersebut sukses. Jangan memulai bisnis baru ketika kita sedang menjalani bisnis yang belum berjalan lancar. Karena hal itu bisa menghambat kita untuk mengembangkan bisnis. Sebenarnya bisa saja orang membangun 2 atau lebih bisnis secara bebarengan tergantung kemampuan orang tersebut, tetapi hal ini lebih besar resikonya dibanding dengan fokus menjalankan 1 bisnis terlebih dahulu.

8. Berani Melangkah

Jangan hanya sekedar rencana dan wacana, mulailan melangkah. Karena kita tidak akan tahu apa yang terjadi ke depan jika kita tidak mencoba. Ketika kita hanya berpikir ingin membuat bisnis ini itu tetapi tidak dilakukan atau tidak ada action maka hal itu hanya sebatas mimpi dan keinginan, tidak akan menjadi kenyataan. Wujudkan pemikiran anda menjadi sebuah action. Untuk berbagai kemungkinan dan resiko yang terjadi itu masalah nanti, yang penting lakukan..!

9. Terima Masukan Dari Orang Lain

Jangan bersikap tertutup dengan masukan orang lain, karena masukan orang lain bisa membantu kita untuk menjadi lebih baik. Jika kita egois dan lebih mementingkan pendapat pribadi maka kita akan lebih sedikit belajar. Memang meiliki pendirian sendiri itu tidak ada salahnya, tetapi lebih baik lagi jika kita terbuka akan nasihat dari orang lain.

10. Lakukan Pencatatan Keuangan

Lakukanlah pencatatan keuangan anda. Mulai dari modal, pengeluaran, penghasilan, laba-rugi, dan laporan keuangan bulanan. Sehingga anda bisa mengetahui dan mengontrol perkembangan bisnis anda. Jika anda tidak melakukan pencatatan, anda akan kesulitan untuk mengetahui bisnis yang anda lakukan itu menghasilkan laba atau rugi, dan jika laba berapa besar labanya.

11. Bedakan Dana Bisnis Dengan Dana Pribadi

Jangan gabungkan dana untuk bisnis dan dana pribadi, hal ini mempermudah kita mengontrol aset bisnis kita. Jika kita ingin menggunakan dana untuk kebutuhan pribadi ambilah dana dari sumber dana pribadi dan jangan dari dana bisnis. Gunakan dana bisnis untuk keperluan bisnis dan untuk mengembangkan bisnis. Jika bisnis sudah menghasilkan laba yang menurut anda lumayan dan stabil setiap bulannya barulah anda menentukan berapa persen yang bisa anda ambil untuk anda pribadi.

12. Lakukan Evaluasi Bisnis

Selalu lakukan evaluasi bisnis yang sedang dijalankan. Hal apa yang menjadi kekurangan pada bisnis anda. Kemudian pelajari, dan temukan solusinya.

13. Berani Terima Resiko Terburuk

Jangan takut pernah takut gagal. Semua pebisnis yang sudah sukses 100% pernah mengalami kegagalan. Hal yang perlu diingat adalah kita harus bangkit setelah terjatuh. Jika terjatuh lagi, maka bangkit lagi. Jika kita memulai bisnis tapi takut akan kerugian maka selamanya kita tidak akan bisa berbisnis. Semakin kita menemui kegagalan, semakin banyak solusi yang kita punya untuk menghadapi permasalahan.

14. Belajar Dari Kesalahan

Ketika gagal dan bangkit, kita lihat pada diri kita sendiri. Apa yang menjadi penyebab kegagalan yang terjadi pada bisnis kita. Jika sudah mengetahui apa yang menjadi penyebab kita gagal, maka perbaiki untuk ke depannya dan coba lagi.

15. Pantang Menyerah

Jangan pernah menyerah. Jika kita menyerah maka itu akhir perjuangan kita dan kita akan semakin jauh dari kesuksesan. Teruslah mencoba banyak cara untuk menjadi sukses. Pikirkan juga berapa uang yang sudah kita gunakan, berapa besar usaha yang kita keluarkan, jangan biarkan itu menjadi sia-sia. Jadi kita harus keep going, teruslah melangkah dan mencoba sampai berhasil.

16. Kembangkan Bisnis

Jika bisnis anda sudah berjalan, lakukanlah ekspansi. Bukalah cabang di tempat lain yang memadai. Atau jika kita tidak melakukan ekspansi, mengembangkan bisnis bisa dengan cara menjual produk lain yang berkaitan dengan produk utama, atau memperbaiki tampilan ruko, dan masih banyak lagi cara yang lain. Yang pasti bisnis anda harus berkembang dari waktu ke waktu, jangan sampai berhenti pada suatu level yang anda anggap itu aman.

17. Cari SDM Berkualitas

Carilah SDM yang berkualitas dan mampu bekerja pada bidang bisnis anda. Tidak hanya kompeten, tetapi akan lebih baik lagi SDM yang memiliki atitude yang bagus. Karena percuma jika memiliki SDM yang kompeten tetapi tidak jujur, itu akan merugikan kita sendiri.

18. Kontrol Perkembangan Bisnis

Lakukan pengawasan terhadap bisnis yang dijalankan, baik itu dari segi SDM nya, operasionalnya, keuangannya, dan keamanannya. Jangan sampai lengah hanya karena bisnis kita sudah berjalan dengan sendirinya. Paling tidak lakukanlah audit setiap bulannya atau dalam periode tertentu.

19. Pahami Kompetisi

Jangan tutup mata akan persaingan. Dimana pun bisnis yang kita bangun dan berapa lama pun bisnis kita jalankan, pasti akan selalu ada yang namanya pesaing. Pahami kompetisi yang terjadi di lingkungan bisnis anda, kemudian antisipasi semua hal yang menurut anda mengancam bisnis anda.

20. Jangan Mudah Puas

Ketika bisnis kita sudah sukses, jangan mudah puas. Teruslah kembangkan bisnis anda atau buatlah bisnis yang baru lagi. Jangan batasi kesuksesan anda. Selama kita masih bisa terbang, maka terbanglah lebih tinggi lagi.

Demikian adalah tips-tips jitu untuk memulai bisnis baru bagi pemula yang dirangkum oleh BisnisUang.Com. Semoga dapat bermanfaat bagi anda. Semoga berhasil dan selamat mencoba memulai bisnis. Kesuksesan ada di tangan anda.

]]>
https://bisnisuang.com/20-tips-jitu-memulai-bisnis-baru-bagi-pemula/feed/ 2